Minggu, 09 Desember 2012

Bacaan Gharib dan Musykilat

A. Bacaan gharib

 

        Ghorib artinya asing. Bacaan ghorib adalah bacaan asing.Yaitu bacaan yang tidak sebagaimana biasanya sehingga dikhawatirkan salah dalam membacanya .Agar tidak turut latah danmembiarkan terjadinya kesalahan, alangkah baiknya apabila kita mencatat ayat-ayat yang mengandung bacaan ghorib.

Macam- macam bacaan gharib antara lain:

1.Sakta(ﺳﻜﺘﻪ)

   Saktah adalah berhenti sejenak tanpa bernafas, dengan tujuan untuk meluruskan arti ayat. Di dalam mushkhafros mulutsmani, ‘saktah’ ditandai dengan khuruf  ‘SIN ’kecil pada ayat yang mengandung ‘saktah’.

Menurut  Imam Hafs, saktah hanya ada di 4 tempat yaitu surat (18:1-2), (36:52), (75:27) dan (83:14). Pada contoh di bawah ini, huruf  ‘SIN’ (sebagai tanda saktah) terletak antara kata berwarna merah dan kata berwarna biru .Diantara kedua kata itulah terjadi saktah.

Berikut ini adalah ayat yang mengandung saktah:

Surat Al-Kahfi (18) antaraayat 1 dan 2:ﻋﻮﺟﺎﻗﻴﻤﺎ

SuratYasiin (36) ayat 52: ﻣﻦﻣﺮﻓﺪﻧﺎ

Surat Al-Muthoffifiinayat 14:ﻛﻶﺑﻞﺮﺎﻦ 

2.Sajdah( ﺳﺠﺪﻩ)

      Sajdah di dalam Alqur’an ditandai dengan gambar berbentuk kubah.Disunnahkan bagi pembaca dan pendengar untuk melakukan sujud tilawah ketika membaca/mendengar ayat sajdah.Disunnahkan melakukan sujud tilawah baik ketika sedang sholat atau diluar sholat.Di dalam sholat, sunnahnya hanya ketika imam melakukan sujud tilawah,     jika tidak, maka ma’mum tidak boleh sujud sendiri (karena ma’mun harus mengikuti imam).Di luar sholat, disyaratkan menghadap qiblat dan suci dari hadats, boleh diawali dengan.berdiri atau duduk, dengan di awali takbirotul ikhrom ataupun tidak. Jika di awali takbir maka Ditutup dengan salam, jika tanpa takbir maka tidak perlu salam. Sujud tilawah yang dilakukan saat shalat tidak didahului takbir lagi serta tidak diakhiri salam (sudah takbirotul ikhrom diawal sholat dan salam pada akhir shalat).

3.Imalah

      Imalah adalah pembacaan fathah yang miring kekasroh

Contoh pada surat Hud (11) ﻣﺠﺮﻫﺎ Bunyi RO dibaca RE  (seperti bunyi REmot) sehingga menjadi majREha.

4.Isymam

     Isymam adalah  menampakkan dhommah yang terbuang dengan isyarat bibir ketika membaca kata ‘LAATA’MANNA’ pada  surat Yusuf (12) ayat 11.

Teks lengkap surat Yusuf (12) ayat 11 adalah sebagai berikut:ﻻﺗﺄﻣﻧﺎ

cara bacanya “laa ta’manna” Nah, karena ini termasuk bacaan isymam, cara membacanya yaitu “laa ta’mannuna”, namun kata “nuu” yang menjadi tambahan hanya diisyaratkan dengan gerakan bibir ditambah mencucu tanpa suara. Jadi suara yang kedengaran hanya sebatas “laa ta’manna”.

5.Naql

   Naql adalah memindahkan simbol/baris kasroh pada huruf  HAMZAH  ke huruf  LAM, yaitu pada surat Al-Hujuroot ayat 11 .ﺑﺌﺲﺎﻻﺳﻢ

Naql, yaitu memindahkan harakat suatu huruf ke huruf sukun sebelumnya. Menurut imam Hafs, bacaan ini juga hanya ada dalam surat al Hujurat ayat 11 بئس الاسم. Alasan bacaan naql pada kata الاسم yaitu terdapatnya dua hamzah washal (hamzah yang tidak terbaca di tengah kalimat), yakni hamzah pada al ta’rif daismu (salah satu dari sepuluh kata benda yang berhamzah washal), yang mengapit lam sehingga menjadi tidak terbaca di kala sambung dengan kata sebelumnya. Di antara manfaat bacaan naql ini adalah untuk memudahkan umat Islam membacanya.  

6.Tashil

    Tashil adalah , yaitu meringankan hamzah kedua (dari dua hamzah yang beriringan) dengan bunyi leburan hamzah dengan alif.Terdapat dalam surat Fushilat 44yang berbunyi ﻋﺄﺟﻤﻲ

Dilihat dari tulisannya, bacaannya seharusnya aa’jamiyyuwa ‘arabiyy. Tapi untuk bacaan ini, hamzah pertama dan kedua cara bacanya agak diringankan. Ketika bertemu dua hamzah qatha’  yang berurutan pada satu kata maka melafadzkan kata semacam ini bagi orang Arab terasaberat, sehingga bacaan seperti ini bisa meringankan.

 

 

 

 

B. Musykilat

          Musykilat adalah bacaan-bacaan yang antara tulisan dengan cara membacanya berbeda. Hal ini bertujuan agar kita dalam membacanya lebih berhati-hati dan terhindar dari kesalahan membaca.

Sebab terjadinya perbedaan :

1.    Ada huruf yang tertulis tapi dibaca dengan suara atau bunyi lain

2.    Ada huruf dalam kata tertulis tapi tidak dibaca.

3.    Ada tandan shifir (bulatan kecil di atas alif) ada 2 yaitu :

a.     Shifir Mustadhir ; bulatan kecil di atas huruf alif yang berada di tengah kata sehingga huruf alif tersebut tidak berfungsi dan dibaca pendek.

b.     Shifir Mustahil : bulatan lonjong kecil di atas alif yang

berada di akhir kata yang memiliki fungsi jika waqaf maka dibaca panjang dan jika washol dibaca pendek

Jenis-jenis bacaan musykilat :

1.      Perubahan suara, yaitu suara huruf ص di ganti dengan suara huruf س, ini berada di 3 tempat : QS.Al-Baqarah ayat 245, QS.Al-A’raf ayat 69, dan QS.Ath-thur ayat 37 (yang ini boleh dibaca tetap ص atau di ganti dengan س)

2.      Huruf ro’ di baca tebal 

Biasanya jika ada Ro’ Sukun didahului dengan harakat kasrah, maka Ro’ tersebut dibaca tipis, tetapi pada kata-kata tertentu justru harus dibaca tebal

3.      Huruf wawu tidak dibaca

Yaitu terdapat huruf wawu dalam sebuah kata, tapi tidak dibaca.

Missal : kata ﺻﻠوﻩ, زگوﻩ dan lainnya

4.      وا” dibaca pendek

Yaitu terdapat وا dlam sebuah kata, tapi dibaca pendek, Missal : kata اﻧﺒﻮًا

5.      Harakat “

Dalam Al-Qur’an terdapat beberapa kata yang membacanya tidak sesuai dengan kaidah penulisannya.

Missal : ﻓﻴﻪ, ﻋﻠﻴﻪ dan lainnya

6.      Nun washol/ nun iwadl

Adalah jika ada tanwin yang bertemu dengan hamzah washol, maka cara membacanya suara tanwin harus di ganti dengan nun kasrah.

Missal : ﺧﻴﺮن اﻟﻮﺻﻴﻪ

7.      Hamzah sukun saat waqaf dan washol

Dalam Al-Qur’an terdapat hamzah sukun yang jika dibaca setelah waqaf

( ibtida’), maka suara hamzah sukun menjadi suara Ya’ sukun (panjang), namun jika dibaca washol, maka hamzah sukun tidak berubah.

Missal : اﻳﺘﻮﻧﻲ  menjadi اًﺘﻮﻧﻲ

Saat washol tidak berubah/tetap اﻳﺘﻮﻧﻲ

8.      "ﺊ "         dibaca pendek

            Yaitu terdapatnya     dalam sebuah kata,tapi dibaca pendek.

             Misal: kata      ﺘﻟﻘﺎ ﺊ      ,     ﻭﺭﺍ ﺊ   dan sebagainya.

9.      ﺃﻭ” dibaca pendek

Yaitu terdapat nya      dalam sebuah kata,tapi dibaca pendek

Missal: kata   ﺃﻭﻟﻭﺍ, ﺃﻭﻟﺌﻙ dan sebagainya.

10.  Huruf alif tidak dibaca

Yaitu terdapatnya huruf alif dalam sebuah kata,tetapi tidak dibaca

Missal: kata  ﺠﺎﻱﺀ  ,ﺘﺎﻴﺌﺴﻭﺍ 

 

11.  "... ﺍ..."     dibaca pendek

               Terdapatnya "... ﺍ..."  dalam sebuah kata, tapi dibaca pendek.

                Missal: kata ﻤﻼﺌﻪ , ﺍﻔﺎﺌﻥ dan sebagainya.

12.  "... ﺍ        dibaca pendek

        Terdapatnya   ... ﺍ            dalam sebuah kata, tapi dibaca pendek.

        Missal: kata ﻨﺩﻋﻭﺍ , ﺜﻤﻭﺩﺍ dan sebagainya.

13.   "... ﺍ      saat waqof

Terdapatnya ... ﺍ         dalam sebuah kata, saat waqof dibaca panjang

Missal: ﺍﻟﺴﺒﻴﻼ , ﺍﻟﺭﺴﻭﻻ dan sebagainya.

14.  "... ﺍ        saat washal

Terdapatnya ... ﺍ         dalam sebuah kata, saat washal dibaca pendek

Missal: ﺍﻟﺴﺒﻴﻼ , ﺍﻟﺭﺴﻭﻻ dan sebagainya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

6 komentar:

  1. Saya ucapkan syukron untuk pelajaran tajwidnya, saya telah mengkompi untuk melengkapi ilmu pertajwidan sehingga generasi muda kita tidak sembrono membaca Alqu'ran bahkan biar generasi muda islam lebih termotivasi belajar Al-qur.an

    BalasHapus
  2. Wajib hukumnya mempelajari ilmu tajwid. ada dua hukum mempelajari ilmu tajwid yaitu 1. fardu Ain 2. fardu kifayah. tanpa tajwid seseorang akan membaca Al-qur'an dikarang-karang, dikira-kira, ditebak-tebak, dipas-paskan. Bila kita amati banyak mudarris qur'an hanya bisa mengajarkan cara membaca namun yang untuk sisi tajwid tidak pernah dibahas, inilah kesalahan fatal yang telah dilakukan para pengajar Qur'an tidak paham Qoidah tajwid. ini pendoliman terhadap wahyu Allaoh, SWT. dan tidak sejalan dengan firman Allaoh, SWT. semoga dengan banyaknya tulisan yang mengupas ilmu tajwid akan memberikan manfaat yang sebesarnya khusus untuk para mudarris Qur'an. Aminnn.

    BalasHapus
  3. makasih.....
    ada beberapa bacaan yg saya lupa penjelasannya
    sekarang jdi ingat kmbalu berkat posting qm

    BalasHapus
  4. Alhamdulillahirabbil'alamiin moga bermanfaat

    BalasHapus